1. Penguatan Otonomi Satuan Pendidikan Kurikulum Satuan
Pendidikan (KSP) disusun berbasis analisis konteks lokal (murid, guru, sarpras,
budaya, sosial). Masih mengacu pada Permendikbudristek No. 12 Tahun 2024, yang
menegaskan pentingnya kemandirian sekolah dalam menyusun kurikulum operasional.
2. Standar Kompetensi Lulusan Baru (Permendikdasmen No. 10 Tahun 2025) Ditetapkan 8 dimensi profil lulusan (SKL), yang menggantikan istilah “Profil Pelajar Pancasila”:
1. Keimanan
dan Ketakwaan
2.
Kewargaan
3.
Penalaran Kritis
4.
Kreativitas
5.
Kolaborasi
6.
Kemandirian
7.
Kesehatan
8.
Komunikasi
3. Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) Berbasis Taksonomi
SOLO (structure of observed learning outcames)
- Penekanan
pada tahapan pemahaman: dari pemahaman dangkal ke pemahaman mendalam dan
reflektif. Sehingga Pengalaman belajar yang didapat: memahami, mengaplikasi dan merefleksi.
- Guru diminta mendesain pembelajaran yang mindful, joyful, dan meaningful, serta berbasis proyek dan kehidupan nyata.
4. Struktur Kurikulum Lebih Fleksibel & Adaptif
- Penambahan
jam kokurikuler yang terstruktur dan diperhitungkan dalam total jam pelajaran
(JP).
- P5
dihilangkan diganti kokurikuler. Bisa berupa pembelajaran antar interdisipliner
dengan nilai masuk ke mata pelajaran masing-masing.
- Penerapan
pembelajaran berbasis koding dan kecerdasan artifisial (KA) mulai Fase C, (kelas 5–6), baik melalui intra kurikuler,
kokurikuler, atau ekstra kurikuler.
5. Review struktur kurikulum Koding dan KA di kelas 5-12
sebagai mata pelajaran pilihan, jika tak siap maka tak usah dipilih.
- Koding dan KA kelas 5-10 sebanyak 2JP
- kelas 11-12 sebanyak 5 JP,
- khusus SMK maksimal 4 JP.
6. Mata pelajaran seni menjadi pilihan terbuka (musik, tari,
teater, rupa) yang bisa dipilih murid.
7. Perubahan Format Rencana Pembelajaran
- Administrasi cukup menggunakan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dan Modul Ajar/RPP.
- ATP tidak bercabang, bersifat linier, berbasis fase (bukan tahunan), dan tidak diwajibkan membuat Program Tahunan/Semester.
8. Integrasi Program Nasional ke Kurikulum Sekolah
Contohnya:
- Kebiasaan
Anak Hebat sebagai program pembiasaan resmi nasional.
- Penguatan
kokurikuler berbasis 8 dimensi SKL.
- Program
Sekolah Ramah Anak, Sekolah Sehat, dan Literasi Digital menjadi bagian integral
dari pelaksanaan pembelajaran.
9. Asesmen Lebih Menekankan Proses & Refleksi Penilaian tidak hanya pada hasil sumatif, tetapi pada proses, partisipasi, refleksi, dan penguatan karakter. Membuat rubrik observasi guru dan portofolio murid sebagai bentuk asesmen alternatif.
10.Capaian Pembelajaran tidak ada penambahan materi hanya ada
pengurangan materi. CP menjadi acuan materi yang harus dibelajarkan ke murid.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar